Facebook Gplus RSS
Home Uncategorized Sejarah SLB Marsudi Putra 1 bantul
formats

Sejarah SLB Marsudi Putra 1 bantul

SEJARAH SINGKAT SLB MARSUDI PUTRA I BANTUL

 

Berangkat dari niat yang baik dan tujuan yang mulia, demi penanganan / pelayanan kurang lebih 1300 penyandang tuna / berkelainan para putra –putri pelajar SGPLB Negeri Yogyakarta yang berasal dari wilayah  Kabupaten Dati II Bantul merasa terpanggil untuk berperan menenganinya.

Berkat dorongan dan dukungan dari para pejabat teras Kabupaten Bantul, Kabin Sarpralub Kanwil Depdikbud Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta , tepatnya pada tanggal 2 Mei 1970 didirikannya suatu wadah kegiatan kemanusiaan dan berkecimpung pada bidang Pendidikan Luar Biasa/ Berkelainan, yang berazaskan Pancasila dan bertujuan untuk kemandirian para penyandang Ketunaan , Agar dalam kehidupan nantinya tidak tergantung dari bantuan pihak lain.; Yakni Yayasan Pendidikan dan Kesejahteraan Anak Berkelaianan/ Luar Biasa.

Yayasan ini disyahkan oleh wakil Notaris Kardono Adhi yang berkedudukan di Yogyakarta, pada tanggal 9 Mei 1970 dengan Akte Notaris No : 3

Kemudian pada tangal 17 Agustus 1970, Bapak Soetomo Mangkusasmito, SH Almarhum, Bupati Kepala Daerah Kabupaten Bantul pada waktu itu berkenan meresmikan  berdirinya lembaga pendidikan bagi para penyandang ketunanaan/ berkelainan/ SLB yang pada waktu itu merupakan salah satu lembaga pendidikan formal di Kabupaten Bantul yang memberikan pelayanan / penanganan bagi para penyandang tuna yang tergolong pada 5 Jurusan yaitu Jurusan A, B, C, D, dan E.

Pada mulanya sekolah ini menangani dari seluruh jurusan tersebut, namun karena sangat terbatasnya fasilitas dan tenaga sebagai pendukungnya, sehingga mulai awal tahun 1976, Sekolah ini hanya mampu memberikan pelayanan dan menangani anak-anak penderita Tuna rungu wicara dan Tuan Grahita, sedangkan para siswa yang mempunyai ketunaan lainnya diusahakan dipindahkan di sekolah yang relevan serta Dinso DIY.

 

PERKEMBANGAN SEKOLAH

Pada saat berdirinya SLB Marsudi Putra I Bantul , Sekolahan menempati/pinjam gedung balai pedukuhan Bantul Timur, selang dua tahun kemudian pendah dan menempati Rumah Dinas yang dimiliki oleh Ketua Yayaysan waktu itu yaitu di Pera A/14 Bantul.Sebagai upaya pelayanan para penyandang yang lokasinya tersebar diseluruh pelosok wilayah Kabupaten Bantul, maka yaysan merintis cabang , filial di kecamatan-kecamatan. Antara lain  Kecamatan Sewon, Kecamatan Sanden, dan Kelurahan Bantul.

Karena pemerintah Kabupaten Bantul mengganggap bahwea keberadaab SLB sangat bermanfaat dan penting, sehingga setelah selama 4 tahun Sekolah menempati Rumah Dinas  milik Ketua Yayasan, maka pada tanggal 18 Oktober 1974 sekolah menempati Gedung baru yang dibangun oleh Pemerintah Kabupaten Bantul diatas tanah Kas Desa Trirenggo Bantul seluas kurang lebih 2000 m2. Hal ini diperoleh juga karena kerja sama yang baik antara para pengasuh dan pemerintah Kabupaten Bantul. Dengan fasilitas yang semakin baik , sekolah mencoba untuk semakin meningkatkan mutu pelayanan dan pendidikan dengan memantapkan penataan penyelenggaraan  dan pengelolaan sekolah .

Yakni dengan pembenahan / pemantapan keberadaan kelas jauh/filial. Dari semula diwilayah kecamatan sewon, Sanden dan desa Palbapang dipindah kekecamatan Pandak.

Disamping itu Yayasan juga melangkah lebih jauh  dan meningkatkan sekolah cabang/filial untuk dapat berdiri sendiri dan sekaligus menetapkan sebuah nama Sekolah yang semula SLB YPKALB di ubah menjadi SLB Marsudi Putra yaitu pada tanggal 2 Agustus 1984.

Dengan pemberian nama dan peningkatan status tersebut YPKALB Bantul sejak saat itu pula pengelola  dan penyelenggaraan SLB menjadi :

  1. SLB Marsudi Putra I yang berlokasi di Jl. Dr. Wahidin Sudirohusodo, Manding, Trirenggo, Bantul.
  2. SLB Marsudi Putra II yang berlokasi di desa Palbapang Bantul. Yang sekarang di Wijirejo, Pandak Bantul.
  3. SLB Marsudi Putra III yang berlokasi di Ketalo, Gadingsari, Sanden, Bantul.

Mulai saat itulah masing-masing sekolah berkewajiban untuk mengembangkan sekolah masing-masing dengan semakin meningkatkan mutu pelayanan dan kemandirian sekolah.

SLB Marsudi Putra I Bantul bersama dengan pengurus Yayasan merintis Panti Asuhan /Asrama. Berkat dukungan dari semua fihak  utamanya para guru ,  pengurus yayasan , pemerintah serta Federasi Nasional untuk Kesejahteraan Penderita Cacat Mental , pada tanggal 4 April 1990 dimulailah pembangunan 2 unit Cottage sebagai Asrama. Yaitu bantuan dari NPK Negeri Belanda lewat FNKCM, yang kemudian mulai tanggal 16 Juli 1990 tahun ajaran 1990/1991, Asrama tersebut mulai dimanfaatkan dengan penghuni asrama sebanyak  20 anak didik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© SLB Marsudi Putra 1 Bantul